Tampilkan postingan dengan label Streetball. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Streetball. Tampilkan semua postingan

Trick In Streetball

0
SHIRT CATCH

Gerakan ini terlihat mudah dan menarik, tetapi pada praktek nya, gerakan ini cukup sulit, oleh karena dibutuhkan kelenturan dan timing yang pas untuk dapat memasukkan bola ke dalam baju kita. Cara melakukannya adalah dengan men-dribble bola terlebih dahulu yang kemudian kita jepit dengan kedua pergelangan kaki kita. Setelah itu, kita lempar bola tersebut ke atas dengan kedua kaki kita, sambil kita membuka bagian belakang baju kita, sehingga bola dapat masuk dan “terkunci” untuk sesaat di belakang badan kita. Cukup menarik bukan?


THE PUNCH

Gerakan “The Punch” ini merupakan salah satu gerakan yang cukup unik dan seringkali membuat lawan terkecoh untuk merebut bola dari kita. Gerakan ini dimulai dengan menaruh bola di lantai, dan kunci dari gerakan ini adalah letak bola pada saat kita menaruh nya di lantai. Bola harus diletakkan cukup dekat dengan lawan kita, sehingga membuat dia berkeinginan untuk mengambil nya. Tetapi kita harus berhati-hati, karena apabila letak bola sangat dekat dengan lawan, maka bola tersebut dapat dengan mudah diambil oleh lawan, dan gerakan ini pun sia-sia. Dan setelah itu, ketika kita melihat lawan kita melakukan gerakan ingin mengambil bola tersebut, maka kita tarik bola tersebut dengan kaki kita dan pantulkan, disambung dengan men-dribble nya di antara kedua kaki lawan kita, sambil menuju ke ring untuk mencetak angka.

Awalnya, gerakan ini diciptakan oleh seorang streetballer bernama Rory “Disaster” Grace, yang mana ketika dia melakukan trik ini, dia “meninju” bola tersebut dengan tangannya ke antara kedua kaki lawan, sehingga oleh karena itu, gerakan ini diberi nama “The Punch”.


SEE NO EVIL

Gerakan ini merupakan signature move dari Tru Baller, dan umumnya gerakan ini dilakukan oleh pemain yang memakai celana basket “oversize” atau cukup besar untuk dapat memasukkan bola ke dalam nya.

Cara melakukan trik ini adalah:

- Dribble bola beberapa kali guna membuat lawan terfokus pada bola dan gerakan kita.

- Kemudian lakukan gerakan memutar bola di atas kepala lawan kita, seakan-akan kita hendak melakukan passing, sambil memutar badan kita untuk membelakangi lawan kita. Setelah itu, dengan cepat, kita masukkan bola ke dalam celana kita, dan langsung kembali membalikkan badan lagi menghadap lawan sambil berpura-pura melakukan gerakan passing di atas kepala lawan kita.

Apabila trik ini dilakukan dengan cepat dan baik, maka lawan akan kebingungan dan akan berusaha mencari di mana bola tersebut berada, sehingga kita akan membuat nya terlihat bodoh dan akan ditertawakan.


HELTER SKELTER

Gerakan “Helter Skelter” merupakan suatu gerakan freestyle yang pada dasarnya merupakan paduan dari 3 gerakan freestyle, yaitu “spin ball”, “arm-roll”, dan “dribble between the leg”. Walaupun gerakan ini memang merupakan murni gerakan freestyle, tetapi gerakan ini dapat digunakan saat kita melakukan offense di dalam suatu pertandingan streetball, karena dapat mengecoh lawan dengan mudah nya. Terlebih lagi, para penonton yang turut menyaksikan pun pasti akan terkagum-kagum, sehingga membuat lawan kita terkejut.

Untuk memperindah lagi, gerakan dapat dipadu lagi dengan gerakan “crossover”, dan ditutup dengan easy lay-up to the basket.


SHAMMGOD

Gerakan “Shammgod” ini pertama kali diciptakan oleh God Shammgod, seorang pemain basket profesional, yang sempat bermain 1 season di Washington Wizards (1997-1998), dan kini dia bermain di klub Portland Chinooks pada kompetisi International Basketball League.

Cara melakukan gerakan Shammgod:

- Dengan menggunakan tangan kanan kita, dribble bola dan arahkan agar bola tersebut terpantul kurang lebih 20 cm di depan kaki kanan kita.

- Seiring dengan gerakan dribble tersebut, miringkan badan kita agak ke depan seakan-akan ingin melewati lawan, tetapi kemudian ambil bola tersebut dengan tangan kiri kita, dan kemudian tarik badan kita ke belakang lagi.

Apabila gerakan ini dilakukan dengan baik dan lancar, kita akan membuat lawan kita agak menjauh dari kita, sehingga tercipta jarak yang cukup baik untuk kita dapat melakukan shoot.


BACKACHE

Cara melakukan gerakan “Backache”:

- Dribble bola serendah mungkin agar membuat lawan ikut bungkuk/merendahkan badan dalam melakukan penjagaan

- Kemudian taruh bola di belakang badan lawan (punggung) dengan menggunakan 1 tangan saja

- Setelah itu, dengan tangan kita yang 1 lagi, pukul/dorong bola ke arah kita, melewati atas kepala lawan

Gerakan ini akan membuat lawan kebingungan dan kita dapat dengan mudah melewati nya untuk mencetak angka.


TORNADO

Gerakan freestyle bernama “Tornado” ini adalah salah satu gerakan offense pada streetball yang sangat menarik dan efisien. Ketika melakukan gerakan ini, pemain lawan yang sedang menjaga kita sering kali menjadi bingung dan berpikir bahwa kita sedang melakukan passing melewati kepala nya.

Dasar kekuatan gerakan Tornado ini terletak pada gerakan “spin” yang kita lakukan setelah kita berhasil memutar bola di atas kepala lawan. Alhasil, gerakan tersebut akan membuat lawan kebingungan dan terlihat seolah-olah seperti terdiam, sehingga membuat kita dapat melewati nya dengan mudah untuk mencetak angka.


Opening LA StreetBall

0
18 April 2009 - Day 1:

Hari pertama, kota pertama dari total 9 kota OPEN RUN LA lights Streetball 2009 !! Streetballer kota Malang yang menjadi tuan rumah, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berlaga dan menunjukan skill masing-masing. Terbukti dari jatah 24 team, terisi penuh oleh team-team yang mengikuti babak audisi di hari pertama ini.

Hebohnya gelaran perdana ini bukan hanya diikuti oleh ballers dari kota Malang saja, tercatat juga rekan-rekan baller dari pulau dewata Bali turut hadir di Open Run kali ini (konon kabarnya, mereka bela-2ain naik motor dari Bali lho.. ). Yang ngga kalah serunya, bahkan 1 orang dari Ternate ikut hadir dan bergabung dengan salah satu team dari kota Malang, agar dapat ikut serta memeriahkan LA Streetball 2009 kali ini. (big respect to all of you, ballers!!)

Dimulai dari jam 10 pagi, para team peserta audisi hari pertama ini saling mengerahkan kemampuan terbaiknya. Selain aksi dari para streetballer, penonton juga betah berada di dalam Dome UMM karena ada beberapa aksi seperti freestyle (ada peserta cewek juga lho), street dance, serta performance dari LA lights Streetball Allstar 2008 yang beradu dalam 2on2-Beat da Clock dan Rim Shaker.

Pada penghujung hari pertama ini, didapat 2 team juara babak audisi, yaitu Gostreem Next Level dan Gostreem Reborn, serta 2 team (Merah & Putih) yang berisi individu-individu hasil pilihan para juri, yang akan bertanding di babak berikutnya (Day-2).



19 April 2009 - Day 2:

Inilah babak penentuan untuk Open Run, 4 team undangan (Gostreem, Putra Pasifik, Triple B, dan Black Sopranos) akan bertemu dengan 2 team pemenang babak audisi (Gostreem Reborn dan Gostreem Next Level) serta 2 team yang berisi baller hasil seleksi para juri (team Merah & Putih).

Dengan adanya 3 team Gostreem pada babak ini, maka ‘perang saudara’ sering terjadi pada saat sesama team Gostreem berhadapan, namun karena sportifitas tetap dijunjung tinggi, maka skill terbaik dari masing-masing team dapat ditampilkan secara maksimal. Triple-B yang dahulunya bernama BCA blue juga memberikan perlawanan yang cukup sengit bagi team-team lainnya. Namun atraksi yang paling ditunggu-tunggu dan menjadi favorit penonton adalah pada saat team Putra Pasifik tampil, selain trick dan gaya bermain yang menarik, atraksi ‘dance’ dan ‘ngelawak’ dari personil team ini sangat menghibur para penonton.

Di hari ke-2 ini, kembali tampil aksi street dance dari S-Crew, B-boy Battle, Freestyle Battle, Beat Da Clock (2on2), Rim Shaker. Serta yang paling seru adalah pertandingan eksebisi antara Allstar vs ‘City Selection Squad’. Pada saat Final antara GoStreem vs GoStreem Next Level, suasana yang awalnya santai ternyata menjadi tegang setelah drama susul-menyusul angka makin ketat di menit-menit akhir babak kedua. Hampir saja team Gostreem batal melangkah ke Grand Final, apabila Shifty (Bryan) tidak melakukan lay-up pada 8 detik menjelang waktu habis, yang akhirnya membuat GoStreem unggul 1 angka atas juniornya sendiri… what a game !!



Berikut hasil OPEN RUN LA lights Streeball 2009 di kota Malang:

Rim Shaker :
1. Gandy (GoStreem)
2. Vicky (GoStreem Next Level)
Beat Da Clock :
1. Gandy & Tosa (GoStreem)
2. Nano & Joko (Triple B)
Freestyle Contest :
1. Sigit (GoStreem Next Level)
2. Tomo (GoStreem Next Level)
B-Boy Battle :
1. Voltage
2. Night Town
Rookie :
1. Sesa (GoStreem Reborn)

LA lights Streetball OPEN RUN Winner (Malang):
1. GoStreem
2. GoStreem Next Level

Jadwal LA Streetball

0

Check this out, all streetballers in Indonesia..

Malang 18-19 April


Banjarmasin 9-10 Mei


Surabaya 23-24 Mei


Jogjakarta 30-31 Mei


Jakarta 20-21 June


Bandung 27-28 June


Medan 11-12 Jul

Palembang 25-26 Jul


What’s new ?? - No more city selection!! tim yang menjadi pemenang dari masing-2 kota akan berangkat ke Grand Final..

- Akan diadakan audisi perorangan (yang nantinya dibentuk menjadi team gabungan) di masing-2 kota


- Pemilihan Rookie di tiap kota


- LA Streetball ALLSTAR ‘08 akan datang di masing-2 kota.

Photobucket

ABOUT STREETBALL

0

Turnamen Harlem Jadi Titik Balik
Street Basketball atau Black Basketball menjadi trademark permainan bola basket di Washington DC dan New York City pada awal 1900-an. Bakat-bakat hebat bermunculan di kedua kota itu. Maka muncullah liga-liga amatir seperti Washington’s Interscholastic Athletic Association, Black Basketball League, dan the Colored Intercollegiate Athletic Association.

Selain menghibur lewat aksi menunjukkan skill di lapangan, unsur hiburan juga diadopsi sebagai pelengkap suasana. Musik yang dipilih berfungsi sebagai perekat antara pemain dan penonton. Bahkan grup band juga sering ditampilkan di lapangan.

Black basketball dilirik sebagai sebuah bisnis yang sangat menguntungkan. Populasi penduduk di kota besar Amerika menaik usai Perang Dunia I. Tim seperti Harlem Renaissance (Rens) dan Original Celtics mendominasi panggung Black Basketball pada periode 1920-an.

Rens dan tim-tim streetball lainnya melakukan pertandingan dengan tim bermaterikan kulit putih (all white team) pasca Perang Dunia II. Komunitas kulit hitam di Washington DC dan kota-kota besar lainnya juga merintis pendirian Black Colleges (CIAA) yang menjadikan Central Intercollegiate Athletic Association sebagai salah satu wilayah (conference) liga basket yang disegani di Amerika.

Turnamen Harlem
Pada dekade 1950-an, Holcomb Rucker, veteran Perang Dunia II yang bekerja sebagai karyawan taman kota di New York (New York City Park and Recreation) membuat sebuah turnamen Bintang masa lalu seperti Wilt Chamberlain, Lew Alcindor (Kareem Abdul-Jabbar), hingga Julius ‘Dr. J’ Erving adalah jebolan turnamen yang dirintis Rucker.

Streetball mengalami perkembangan yang dahsyat. Mereka diangkat ke mainstream bola basket Amerika lewat liga mahasiswa NCAA. Tim yang membawa aliran streetball itu antara lain the Phi Slamma Jamma (Houston), the “Hoya Paranoia” (Georgetown), the Runnin’ Rebels of UNLV, dan the Fab Five of Michigan.

Setelah era Michael Jordan, Larry Bird, dan Magic Johnson habis, para pebasket potensial berusaha mengisi kekosongan yang ada. Salah satunya Allen Iverson (Philadelphia 76ers) dengan gaya streetball dan hip hop image. Charles Barkley menjuluki Iverson sebagai “Playground Rookie Of the Year”.

Kultur hip hop pun merasuki NBA. Apalagi setelah Iverson membawa 76ers masuk ke Final NBA 2001. Produsen sepatu AND 1 saat itu juga untuk pertama kalinya menggelar tur Four Annual Summer “Streetball”.

Komunitas streetball, The Street Basketball Association, dibentuk pada 2001. Tujuannya adalah mencetak atlet streetball profesional. Organisasi itu juga menjadi forum komunikasi bagi mereka yang berbakat untuk menunjukkan gerakan-gerakan unik dan inovatif kepada para penikmat basket, baik di Amerika maupun di seluruh dunia.



LA Streetball Is Begins!!!

0
Tidak terasa, ajang yang ditunggu-2 oleh para streetballer di tanah air akan kembali dimulai minggu ini. Kota pertama yang akan mendapat kehormatan sebagai ajang perdana adalah Malang, 18-19 April 2009. Tentunya, komunitas-2 dan penggemar Streetball di kota tersebut tidak akan melewatkan begitu saja untuk ikut serta dan menyaksikan suguhan LA Streetball yang akan hadir dengan konsep baru di tahun ini.

Iklan