Lakers Terima Kekalahan Ketiga Beruntun

0
Orlando - LA Lakers tersungkur untuk kali ketiga secara beruntun. Setelah takluk atas Miami Heat dan Charlotte Bobcats, kini giliran Orlando Magic yang mengatasi Kobe Bryant dkk.

Menghadapi Orlando Magic di kandangnya, di Amway Arena, Senin (8/3/2010) pagi WIB, Lakers kurang beruntung. Di akhir laga, anak asuhan Phil Jackson ini hanya kalah tipis, 94-96. Ini adalah kali pertama dalam dua tahun terakhir Lakers mengalami tiga kali kekalahan secara beruntun.

Di awal pertandingan, Magic melaju cukup kencang. Pemuncak klasemen divisi tenggara ini mampu memimpin laga dengan skor 31-24. Situasi yang berhasil dipertahankan hingga paruh jeda dengan keunggulan 52-48.

Performa Lakers semakin melempem di kuarter tiga. Pau Gasol dkk tercatat hanya berhasil menceploskan 16 angka saja. Akibatnya, jarak antara kedua tim menjadi semakin lebar dengan menunjuk pada kedudukan 64-74 masih untuk kenggulan tuan rumah.

Di kuarter terakhir, Lakers berusaha untuk mengejar ketertinggalannya. Magic bahkan sempat dibayangi Lakers 95-94 setelah Kobe Bryant sukses menembakkan bola dari jarak 22 kaki ketika laga tersisa 12 detik.

Adalah Vince Carter yang menjadi pahlawan Magic. Pebasket 33 tahun ini berhasil menjaringkan satu lemparan bebas yang mengubah kedudukan 96-94 dan mengantarkan Magic membawa pulang kemenangan.

Lakers sebenarnya ada peluang untuk menang. Sayangnya, lemparan dua angka dari Bryant pada sepersekian detik sebelum bubaran tidak berhasil masuk ke keranjang.

Carter yang berhasil menyegel kemenangan Magic tampil sebagai top performer. Pemain yang dijuluki "Vinsanity" tersebut membukukan 25 poin, tiga rebound dan satu assist. Sementara Bryant menjadi bintang Lakers dengan torehan 34 poin, tujuh rebound serta tujuh assist.

Hasil NBA, Senin (8/3/2010) siang WIB

LA Lakers 94 vs Orlando 96
Philadelphia 114 vs Toronto 101
Houston 107 vs Detroit 110 (OT)
Washington 83 vs Boston 86
Oklahoma City 108 vs Sacramento 102
Portland 106 vs Denver 118

TRinitas Tangguh

0

KETANGGUHAN tim cowok SMA Trinitas Bandung tak perlu diragukan lagi. Tampil di final party selama dua tahun berturut-turut cukup memberi bukti betapa tangguhnya tim besutan Dicky Sastra Permana ini. Grafik permainan juga terbukti naik tajam. Bila tahun lalu mereka harus mengakui kehebatan tim penuh talenta SMAN 9 Bandung di final party, tahun ini giliran mereka yang menekuk SMAN 9 di perempat final.

Namun begitu, Trinitas tak lantas jumawa. Dicky Sastra yang kemarin dihubungi Bandung Ekspres tetap merendah. Menurutnya, kemenangan bias diraih karena timnya bermain dengan hati. Karena itu, pihaknya tidak pernah merendahkan tim lawan. “Saya tidak merasa tim saya bagus. Mereka bermain dengan hati dan selalu menghormati tim lawan yang akan kami hadapi,” ujar Dicky merendah. Bahkan, Dicky berjanji akan menindak tegas bila ada seorang anggota timnya yang menyepelekan lawan. “Optimistis boleh, tapi jangan berlebihan. Aaya paling tidak suka bila ada anak asuh saya yang menyepelekan lawan,” sambungnya.

Sikap merendah itu pula yang menjadikan Dicky tetap menginstruksikan anak buahnya untuk berlatih keras menjelang final party Honda DBL 2010 West Java Series besok. Dicky yang dikenal kalem ini siap untuk bermain habis-habisan meladeni champion West Region, SMAN 2 Bogor. Tahun lalu, Trinitas bertemu SMAN 2 Bogor di babak perdelapan final Honda DBL 2009 West Java Series. Meski laga berhasil dimenangkan Trinitas, Dicky mengaku kurang mengikuti perkembangan jawara West Region tersebut.

“Anak-anak menunjukkan mental yang kuat saat melawan juara bertahan SMAN 9 Bandung. Mental itu diharapkan akan terus berlanjut pada pertandingan final West Java nanti,” ujar Dicky. Mental bertanding menjadi perhatian utama Dicky mengingat skill pasukannya boleh dibilang mumpuni. Ya, selama bergulirnya Honda DBL 2010 Trinitas tampil gemilang.

Impian Sembilan

0
KAMPIUM Honda Development Basketball League (DBL) 2010 West Java Series – East Region, SMAN 9 Bandung, sudah tak sabar menanti final party seri Jawa Barat di GOR C-Tra Arena Bandung besok. Tanpa bermaksud jumawa, coach tim cewek SMAN 9 Bandung Bambang Yudi mengaku sangat terobsesi meraih gelar champion West Java. “Saya akan puas bila pada big final nanti berhasil membawa pemain menggondol gelar juara Jawa Barat,” ucap Bambang optimistis.

Untuk meraih ambisi itu, Bambang kini tengah mempersiapkan tim dengan matang. Bambang sendiri menilai timnya saat ini sedang kondusif. Terlebih mereka punya kekompakan yang solid di luar maupun di dalam lapangan. “Kekompakan tim akan terus kami jaga guna mendapatkan tim yang solid,” ucapnya.
Pelatih yang dikenal keras ini berharap duet kembar srikandi, Nadia Azhari dan Lydia Zyyani, bisa berperan lebih baik lagi. Kecepatan yang mereka peragakan di partai final party East Region lalu berharap bias kembali terulang untuk menerobos masuk ke jantung pertahanan SMAN 5 Bogor, champion West Region.

Disinggung mengenai strategi, Bambang mengaku hanya mengintruksikan agar anak asuhnya menikmati setiap pertandingan. “Bila para pemain menikmati pertandingan, niscaya kemampuan yang mereka miliki akan keluar,” jelasnya. Tentang pemain cadangan, dia mengungkapkan setiap pemain SMAN 9 mempunyai tanggung jawab yang sama. Hal itu telah mereka buktikan ketika menghadapi SMAN 1 Baleenadah di laga final East Region.

Iklan